Rabu, 30 Oktober 2013

Contoh workout routine chest

Halo teman-teman semua, sudah lumayan lama sejak posting terakhir saya. Dan saya sudah bilang akan sharing kepada teman teman mengenai pola workout yang biasa saya lakukan. Yang saya bilang saya hanya perlu menghabiskan waktu 30-40 menit untuk melakukan latihan.
          Ok, kali ini saya akan sharing mengenai pola latihan dada yang biasa saya lakukan. Perlu dicatat,pola latihan yang saya lakukan ini belum tentu cocok untuk teman-teman semua. Ini hanya satu contoh latihan untuk teman teman yang masih bingung mengenai latihan yang bisa teman-teman lakukan di gym. Teman-teman bisa dan mesti menetapkan pola latihan yang dirasa cocok untuk badan teman-teman sekalian.
          Saya lebih senang dengan latihan yang menggunakan free weight untuk gerakan compund, setelah itu barulah pada gerakan isolasi saya lebih menggunakan mesin.

          Di bawah ini adalah pola workout saya:
Nah kira kira itu pola latihan dada yang biasa saya lakukan. Kenapa repetisinya makin sedikit? Karena di set 2 dan 3 saya biasa menambah beban(terkontrol) hingga berat maksimal yang bisa saya angkat.

Nah teman teman, semoga pola latian di atas bisa menjadi contoh buat teman-teman yang masih bingung cara menyusun pola latihan. Saran saya adalah, bacalah artikel-artikel dan banyak bertanya dengan senior di gym. Mereka biasanya akan sangat membantu bila teman-teman masih kebingungan.
 Ok d teman-teman. Mungkin cukup segini dulu yang bisa saya sharing. Maaf bila ada salah-salah kata. Terima kasih atas perhatiannya. Sampai jumpa. Cao.

Kamis, 19 September 2013

Sharing tentang berat....

Halo teman-teman semua, sudah cukup lama saya sudah tidak posting.... Maaf sekali baru bisa membuat tulisan lagi. Baik, kali ini saya akan membagikan pemikiran saya mengenai dunia angkat beban menurut dari pengalaman saya.
          Teman teman pastilah pernah dengar dengan istilah fitness bukan? ya , saya mempunyai hobi di dunia angkat mengangkat beban ini. Dan syukur, saya sudah tiga tahun menjalani olahraga yang satu ini dan tidak pernah berpikir untuk berhenti melakukannya. Kenapa saya suka dengan olahraga ini? Pertama,karena saya dulu gendut, dan akhirnya saya bisa menurunkan berat badan saya ke berat ideal. Dan otomatis bentuk tubuh saya juga ikut(ehem) berubah.heheh....Tapi tentu saja dengan cara yang benar y...heheh
          Kedua,karena saya menjadi lebih sehat. Untuk informasi saja, ketika saya overweight  tiga tahun yang lalu ketika saya SMU, saya memiliki penyakit seperti darah tinggi,hingga gula darah yang cenderung tinggi. Kemudian juga, saya menjadi gampang lelah, dan sebagainya. Namun, setelah saya belajar banyak dari senior-senior di gym, artikel, video dan sebagainya, sedikit demi sedikit hal itu mulai terkikis. Tiga tahun lalu, saya bertinggi 173 cm dengan berat 86 kilo. Dengan kadar lemak sekitar 18-19 persen. Dan saya bersyukur sekarang kadar lemak saya terakhir saya cek kemarin adalah 11-12 persen dengan berat badan 67 kg.
          Tapi kadang,ini menurut pengalaman saya pribadi, ada yang mengatakan bila berlatih itu harus menghabiskan waktu berjam-jam di gym melakukan angkatan dan lain-lain. Padahal tidaklah seperti itu. Saya pribadi hanya menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam dalam seminggu. Jadi dalam satu kali latihan, saya hanya menghabiskan waktu kurang lebih 30-40 menit. Hal yang lebih singkat ketimbang teman-teman nongkrong bareng, ataupun melakukan hal lainnya bukan??heheh...
          Saya menggunakan waktu saya dengan efektif ketika berlatih dengan melakukan istirahat antar set sekitar 30 detik. Setelah itu saya akan melakukan angkatan lagi hingga beban maksimal yang bisa saya angkat. Maka, terkadang orang heran ketika setelah 30 menit saya sudah selesai berlatih. Mereka bertanya pada saya,”kok cepet sekali mas?.
          Ya, karena dalam waktu 30-40 menit itu saya sudah selesai mengangangkat semua workout reign saya. Dan saya sudah merasa letih, karena otot saya sudah mengalami postive failure. Mengenai pola latihan saya, saya akan bagikan kepada teman-teman di posting berikutnya. Hehe.
          Baiklah teman-teman, sedikt yang mau saya sharing. Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah dan pandangan saya yang salah menurut teman-teman sekalian. Sampai jumpa di post selanjutnya.


Selasa, 27 Agustus 2013

Pengalaman Yang Langsung Berbicara

Halo blogger mania,sudah cukup lama juga saya tidak posting. Maklum,baru abis liburan. Jadi baru sempet nulis lagi. Ok,buat postingan kali ini saya mau bagiin pengalaman pribadi saya(lagi).
Pengalaman kembali mengajarkan saya mengenai apa yang pernah kita lakukan akan terjadi lagi pada kita. Kenapa saya bilang gitu?
ya,soalnya kemarin saya mengalami sendiri hal ini. Sekitar dua bulan yang yang lalu,saya menjadi salah satu mahasiswa yang membagikan brosur untuk Unit Kegiatan Badminton(UKB) di Universitas saya. Iya dong,saya sebagai wakil ketua(ehem) mesti turun tangan langsung lah. Biar gak dibilang gak bertanggung jawab.heheheh. Ok,saya lupa waktu itu hari apa,yang pasti saat itu,calon-calon mahasiswa baru akan ikut OSPEK Universitas. Ya,perkenalan awal lah.
          Jadi ceritanya,UKB ingin promosi buat calon-calon adek kelas nantinya,untuk itu,beberapa pengurus dari UKB bagi-bagi brosur nih buat para adik kelas itu. Kebetulan waktu itu saya terlambat,habis ada kelas. Sampai di tempat teman-teman saya membagi brosur,saya pun akhirnya ikut berdiri dan membagi-bagi brosurnya.
          Pernahkah teman-teman yang sedang berjalan di pusat perbelanjaan dan kemudian ada pria atau wanita yang membagi-bagi brosur? Pasti pernah lah ya,
Pasti kadang kita(termasuk saya) merasa risih ataupun terganggu,setidaknya saya pernah merasakan hal tersebut. Dan, karena itu kita kadang menolak sodoran brosur yang mereka berikan. Tapi, saat itu saya tidak berpikir tentang apa yang mereka rasakan ketika kita memberikan tangan kita sebagai jawaban tidak.
          Akhirnya,saya mengalami sendiri juga. Saat saya membagikan brosur untuk gabung di UKM badminton. Adik-adik kelas itu tanpa menatap saya, melakukan penolakan dengan memberikan tangan yang artinya ’tidak’. Saat itu juga,saya merasa,kok seperti ini,padahal kita disini bukanlah penjahat ataupun seseorang yang akan mencelakakan mereka bukan? Saya sedikit kesal juga waktu itu.
Pikiran saya saat itu,apa susahnya untuk mengambil brosur itu. Hargailah orang yang susah payah menunggu kalian datang dan memberikan brosur itu. Namun,setelah saya pikir-pikir lagi. Yang mereka lakukan itu juga sering saya lakukan ketika saya berjalan-jalan di Pusat perbelanjaan dan sebagainya. Saya pun sadar. Mungkin inilah yang biasa kakak pembagi brosur rasakan ketika membagikan brosur-brosur suatu produk. Yang mungkin tidak kita sadari, itu juga adalah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka melakukan hal itu.
          Kembali,saya mendapatkan suatu pembelajaran. Yaitu, sesuatu tidak akan terasa ‘kena’ kalau kita tidak merasakannya sendiri. Dengan merasakan secara langsung, kita jadi sadar dan merasakan juga perasaan orang lain.

          Ok d bloggermania,itu aja yang mau saya share,Maaf bila ada salah dan sebagainya. Sampai jumpa dipostingan selanjutnya. Cao.