Senin, 01 April 2013

Cadangan Klaim


Halo Blogger mania,sudah lumayan lama nih saya tidak pos. Sekarang saya baru pos lagi nih. Baiklah,dalam pos kali ini saya akan membahas mengenai Cadangan dalam klaim asuransi. Ehm,apa itum?
Sebelum kita berbicara mengenai cadangannya,kita cari tahu dulu apa itu klaim di asuransi. Klaim pada asuransi adalah Pengajuan kerugian(ganti rugi kali bahasa yang tepat) dari nasabah pada perusahaan asuransi tempat si nasabah itu masuk. Nah,buat mengantisipasi itu,tiap-tiap perusahaan asuransi mesti punya tuh yang namanya cadangan klaim untuk membayar nasabah yang bakal melakukan pengajuan sewaktu-waktu bila diperlukan.

Nasabah tidak mengetahui perusahaan asuransi berinvestasi dimana dan berapa jumlahnya. Cadangan klaim yang mesti disediakan ama si perusahaan asuransi ini haruslah makin gede tiap tahun. Hal ini tentu sebanding dengan tingkat resikonya yang juga makin tinggi.Nah,supaya bisa tertutupi tuh duit(yang tentunya banyak) yang harus dikeluarkan oleh perusahaan asuransi,maka perusahaan asuransi melakukan investasi supaya biaya cadangan  klaimnya bisa bertambah .
Nih coba saya kasih liat suatu gambar yang kira-kira bisa ngegambarin periode asuransi dari nasabah asuransi sebagai pihak yang tertanggung.

                       

gambar 1.png
Kira-kira gambar seperti itulah,maaf kalau jelek dan sederhana.
Dari contoh gambar di atas tuh,bila nasabah itu meninggal  saat berada di jangka waktu pembayaran premi yaitu 10 tahun, nah si nasabah ini akan dapat uang pertanggungan. Nah,karena itulah perusahaan(asuransi) mesti siapin jumlah uang pertanggungan yang lebih banyak buat jaga-jaga kalau si nasabah itu ninggal di tahun ke 15. Kan resiko meninggalnya jadi lebih tinggi.
Gitu kira-kira penjelasan sederhananya blogger mania.
Nah untuk menghitung cadangan klaim,ada faktor-faktor yang mesti dilihat dan diperhitungkan. Apa saja faktor-faktornya? Berikut saya buatkan listnya.
 1.Banyaknya jumlah premi yang terkumpul dalam jangka waktu pembayaran yang ditentukan
2.Besarnya biaya cadangan yang harus disediakan dan waktu dimulainya
3.Ketentuan besarnya jumlah bunga


Di cadangan klaim,ada penggambaran grafik juga nih blogger mania. Yaitu personal dan grup. Sesuai namanya,kalo grafik yang personal,gambaran grafik hanya buat satu orang saja. Nah kalau di grup,grafik yanf digambarkan buat orang-orang yang ada digrup itu. Penggambaran grafik sendiri digambarkan berdasar rata-rata umur para nasabah yang masuk dalam anggota grup itu.






Lagi-lagi,ada Faktor-faktor yang mesti  diperhatikan untuk nentuin cadangan klaim di bawah ini saya tampilkan aja deh dalam list,biar blogger mania lebih gampang lihatnya. Ini nih faktor-faktornya.
1. Informasi,informasi yang biasanya dilihat adalah  investasi dan bunganya
2. Jenis penggambaran grafik,bisa personal bisa grup
3. Bentuk program asuransi.

Nah di poin satu kan disebutin tuh informasi bunga mengenai gede bunganya berapa. Besarnya bunga itu sendiri gak pasti alias beda-beda. Tergantung dari jumlah duit yang diinvestasikan. Makin gede duit yang diinvestasiin,maka makin gede juga bunga yang didapat. Nih,saya kasihin tabelnya. Itu contoh aja buat blogger mania.




Supaya blogger mania makin jelas,saya akan coba masuk ke contoh kasus deh,
Misalnya ada 2 program asuransi, yaitu :

1 .Nasabah bayar premi  selama 10 tahun. Nah si nasabah bayarnya tiap tahun sampai sepuluh tahun. Kalau sampai 10 tahun si nasabah itu tidak meninggal,maka nasabah itu tidak dapat uang pertanggungan.

2 Nasabah bayar premi  selama 10 tahun. Nah si nasabah bayarnya tiap tahun sampai sepuluh tahun. Kalau sampai 10 tahun si nasabah tidak meninggal,maka si nasabah bakal dapat bunga 10% dari uang pertanggungannya. Kalau sudah di tahun ke 12 si nasabah juga tidak meninggal, maka ia dapat bunga lagi 20% dari duit pertanggungan. Dan bila sampai tahun ke 14 masih hidup,dia akan dapat 30% bunga dari duit pertanggungan.

Kalau blogger mania akan ambil yang mana programnya? Udah pasti lebih tertarik yang program kedua donk y? Nah,kalau sudah begitu,si perusahaan asuransi ini mesti investasi guna melengkapi cadangan klaim serta kasih bunga buat nasabah-nasabahnya yang masih survive. Tapi,yang jadi nasabah di perusahaan itu mesti minimal 100 orang baru bisa,kalau tidak ya tidak bisa tertutupi tuh cadangan klaim.

Bagaimana perusahaan asuransi menghitung pendapatan yang akan mereka dapat? Mereka melakukannya dengan membuat skema,simulasi mungkin. Nih,Misal ada satu nasabah yang ikut program dengan bayar premi 500 ribu per tahun untuk 10 tahun. Kalau si nasabah meninggal dalam kurun waktu 10 tahun itu,maka si nasabah akan dapat duit pertanggungan 10 juta. Maka, bisa dihitung berapa pendapatkan yang bisa didapat perusahaan asuransi dari tahun pertama si nasabah itu bayar premi sampai tahun ke 10 ia membayar. Berikut saya kasih perhitungannya:
Tahun ke-1(f(1)) = 5oo ribu – Risk
Tahun ke-2(f(2)) = (500 ribu + i%) – Risk
Tahun ke-3(f(3)) =500 ribu + f(2)
Tahun ke-4(f(4)) =500 ribu + f(3)
Tahun ke-5(f(5)) =500 ribu + f(4)
Tahun ke-6(f(6)) =500 ribu + f(5)
Tahun ke-7(f(7)) =(500 ribu + f(6)
Tahun ke-8(f(8)) =(500 ribu + f(7)
Tahun ke-9(f(9)) =(500 ribu + f(8)
Tahun ke-10(f(10))=500 ribu +f(9)

Oh ya,apa itu i? I adalah bunga dari investasi.

Nah proses penghitungan daftar harga premi itu sendiri memiliki istilah,istilahnya disebut dengan Actuary . Selesai melakukan Actuary dan memastikan kesehatan dari keuangan nasabahnya,si perusahaan asuransi ini mesti siapin cadangan klaim dengan melakukan investasi seperti yang sudah saya jelaskan di atas blogger mania. Besar kecilnya jumlah cadangan klaim didapat dari  perhitungan premi yang dibayarkan. Di penentuan premi ini,biaya komisi yang akan dikasih pada agen asuransi serta biaya operasional harus juga masuk perhitungan.  Oh iya,satu lagi,cadangan premi sendiri ditentukan berdasar tingginya resiko kematian si nasabah.





Kadang kita mungkin  ada pertanyaan  ya,dari mana perusahaan asuransi dapat untung? Untuk lebih jelasnya,mungkin bisa dilihat dari contoh kasus di bawah ini.
Misalnya nih,ada 100 orang ikut asuransi(nasabah). Nah,para nasabah ini ikut program yang mereka harus membayar sejumlah premi untuk jangka waktu 10 tahun. Dan,kalau misalkan dalam 10 tahun itu ada yang meninggal,maka orang yang meninggal akan dapat uang pertanggungan sebesar 1 juta. Maka dari itu,si perusahaan mesti menyiapkan duit 100 juta dalam kurun waktu 10 tahun itu sebagai uang pertanggungan  buat 100 orang itu. Kalau ternyata dalam 10 tahun itu yang meninggal 10 orang misalnya,maka perusahaan asuransi mesti bayar uang pertanggungan 10 juta bukan? Keuntungan dari perusahaan asuransi ini bisa dihitung dengan cara seperti ini.
100 juta-10 juta=90 juta+i(10-1)
i adalah hasil investasi yang didapat perusahaan.

Begitu lah kira-kira blogger mania sharing yang bisa saya post kali ini. Saya juga masih belajar,jadi kalau ada kesalahan mohon untuk dimaklumi. Sekian post saya kali ini...Sampai berjumpa di post saya yang lain. Cao.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar